Spirit 212 terus menggema. Hadirilah Khataman Al Quran, Maulid Akbar, Shalat Ashar Berjamaah di Masjid At Taubah dan Gedung Al Washiyyah Foundation. 3 Januari 2017. Bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). KH. Ma'ruf Amin. Syeikh Muhammad Jaber. Dr. KH. Mohamad Hidayat MBA MH
Versi CetakVersi Cetak
Spirit Berbagi Dengan Bershodaqoh

Shodaqoh walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bershodaqoh adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.

Siapa saja orang beriman yang memberi makan kepada mukmin yang lafar, Allah akan memberikan makan kepadanya, dan buah-buahan pembuka. Dan siapa saja orang beriman yang memberi minum kepada mukmin yang kehausan, Allah akan memberikan minum kepadanya dengan minuman Arrohim.

Dan siapa saja orang beriman yang memberikan pakaian kepada mukmin yang telanjang, Allah akan memberikan pakaian nanti di hari Kiamat dengan pakaian kebesaran Surga. Sungguh orang yang bershodaqoh pada masa hidupnya dan sehatnya dengan satu dirham saja itu lebih baik daripada bershodaqoh dengan hartanya jika sudah mati.

Dari Haritsah, ayah dari Zaid mengatakan, bersedekahlah kalian segera maka akan datang satu zaman yang menimpa kalian seseorang yang membawa shodaqoh tetapi berkata orang yang didatanginya (yang ingin diberikan shodaqoh),”Kalau engkau memberikannya kemaren saya terima, sekarang saya tidak terima shodaqoh karena sudah cukup. Karena saya sekarang tidak berhajat dengan shodaqoh.” Maka dia tidak mendapati orang yang mau menerima shodaqohnya.

Artinya, akan datang suatu masa dimana kita ditutup kesempatan untuk bershodaqoh oleh Allah. Karena tidak ada lagi orang yang mau menerima shodaqoh, mungkin sudah makmur hidupnya.

Dari Imam Baihaqi dari Abi Hurairah ra, “Ada orang yang tidak bershodaqoh tapi dia membuka kesempatan orang-orang untuk bershodaqoh (dia membuat progam agar orang mau bershodaqoh). Tidak seseorang membuka pintu pemberian shodaqoh kecuali Allah akan menambahkannya lebih baik (keberkahan, rahmat Allah), dan tidaklah seseorang mambuka pintu meminta-minta (pengemis) dan dia ingin mendapatkan banyak, tidaklah Allah menambahkannya kecuali kekurangan bahkan Allah mengurangkan inayahnya, keberkahannya, karena sebetulnya dia tidak membutuhkannya tetapi dia ingin kaya.

Islam mengajarkan, kalau kita berlebih kita berbagi kalau kita kurang kita diam. Tapi kalau terpaksa betul, meminjam atau meminta kepada orang yang tepat (jangan diumbar). Ini merupakan akhlak Islam, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Kenikmatan harus ditunjukkan, sebagaimana firman Allah,” Dan terhadap nikmat yang Aku berikan kepadamu, maka tunjukkanlah nikmat itu. Tetapi kalau dalam kesulitan, jangan engkau membuka kepada orang lain.”

Maksud ayat ini, bukan untuk dipamerkan tetapi dimanfaatkan, diamalkan, disitribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

---

Intisari Kajian Rutin Lepas Kerja, Taklim Muslimat Al Washiyyah (TAMASYA) bersama Dr. KH. Mohamad Hidayat MBA MH di aula Yayasan Majelis Al Washiyyah, Kamis 2 Februari 2017 (bada Mahgrib)

Diposting oleh Husnie
Kamis, 02 Februari 2017 20:02:20

Rubrik : Dakwah/Ta'lim Rutin - dibaca : 91 Kali