Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 116

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 117

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 118

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 119

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 120

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 121

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 122

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 123

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 128

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 129

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 129

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 130

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 131

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 132

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 133

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 134

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 135

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 136

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/template.php on line 4
Al Washiyyah
Spirit 212 terus menggema. Hadirilah Khataman Al Quran, Maulid Akbar, Shalat Ashar Berjamaah di Masjid At Taubah dan Gedung Al Washiyyah Foundation. 3 Januari 2017. Bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). KH. Ma'ruf Amin. Syeikh Muhammad Jaber. Dr. KH. Mohamad Hidayat MBA MH
Versi CetakVersi Cetak
Memegang Tauhid dan Membangun Keikhlasan

Sesungguhnya, amal baik itu laksana kaca. Sebgaimana diketahui kaca itu mudah tergores, mudah pecah walaupun terbentur hanya oleh benda tumpul.

Dan kalau seandainya kaca itu sudah pecah berantakan maka tidak mungkin dia disambung kembali. Begitu juga ibadah kebaikan kita seperti kaca, kalau sudah ada unsur riya didalamnya, maka hancur semua amal perbuatannya. Dan Allah SWT tidak mau menerimanya.

Setiap tahun kita semua telah berupaya melakukan amal kebaikan, melakukan perintah Allah SWT, dan berupaya melakukan amal-amal saleh. Tetapi tahukah kita, apakah semua amal ibadah itu diterima Allah atau tidak?

Pertanyaan ini penting bagi kita, sehingga jangan sampai kita termasuk orang yang menyesal ketika berhadapan dengan Allah karena catatan amal kita kosong melompong. Bahkan catatan itu penuh dengan dosa-diosa dan kesalahan.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam hadits Qudsi,” Aku (Allah) sangat tidak membutuhkan amalan dari hambaKu yang di dalamnya sudah musyrik kepadaKu, ada tujuan lain selain kepadaKu, dan Aku tidak membutuhkan amalannya. Dan kalau ada dari hambaKu yang tujuan amalnya selain untukKu, maka Aku lepas tangan dan Aku tidak mau menerima sama sekali.”

Sudah banyak kaum muslimin dan muslimat karena tidak banyak mempelajari ilmu tauhid, karena terpengaruhi berbagai faham dan ajaran sehinggat tidak sadar mereka terjerumus ke lembah kemusyrikaan. Unutk itu, mari mengambil pelajaran ikhlas dari Nabi Ibrahim AS, kita sama-sama menjaga tauhid kita dan tidak menjadi korban kecuali tetap menjadi orang yang bertauhid, orang yang beriman kepada Allah SWT.

Pada hari wukuf tanggal 9 Zulhijjah, Rasulullah menyatakan bahwa hari ini Allah SWT memanggil menyerukan seluruh ciptaanNya di alam semesta ini untuk melihat Padang Arafah. Tidak  terkecuali seluruh malaikat-malaikatNya diminta untuk sejenak meninggalkan tugas-tugas mereka memandang Padang Arafah. Allah mengatakan kepada hamba-hambaNya,” Wahai seluruh ciptaanKu, hamba-hambaKu sungguh Aku bangga dengan jamaah haji yang tetap berihram berpakain putih menutup aurat bagi setiap wanita, menundukkan kepala berdoa dan berzikir memohon ampunanKu, menanti rahmatKu, mengharapkan pertolonganKu. Mereka datang dari berbagai pelosok, dan mereka rela di tempat itu dengan berkeringat, mereka bertaburan rahmat Allah.

Allah SWT berfirman,”Dan serulah manusia untuk berhaji, mereka datang dengan berjalan kaki, dan sebagian lagi menunggang unta, mereka datang dari tempat yang jauh”. (QS Al-Hajj ayat ke-27).

Tamu-tamu Allah yang mendapatkan keagungan dari Allah SWT hanya ada satu hari dalam satu tahun yaitu Hari Arafah, Namun karena Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Adil menjamin hamba-hambaNya yang tidak dipanggilnya itu mendapatkan ampunanNya, barokahNya, inayahNya. Maka Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita melalui puasa sunnah muaqadah Arafah. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW menyatakan,” Puasa satu hari di hari yang sangat mulia hari Arafah maka Dia mengampuni dosa seorang hamba dua tahun lamanya, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Dalam setahun usia kita semakin berkurang,  Allah mengharapkan hamba-hambaNya menutup akhir itu tetap dengan catatan amal-amal saleh, maka Allah SWT mengingatkan umat Nabi Muhammad, tahukah 10 hari awal bulan Zulhijjah itu bulan keberkahan yang sangat besar diberikan Allah kepada kita. Dan hari-hari itu, mulai tanggal 1 sampai 10 Zulhijjah bahkan Allah juga memberikan kepada hari-hari Tasyrik, 3 hari setelah Idul Adha.

Nabi SAW mengatakan, bahwa tidak ada satu hari dari hari-hari yang kau jalankan yang lebih Allah cintai, amal-amal saleh dari seorang hamba, kecuali hari yang 10 mulai dari tanggal 1 sampai 10 Zulhijjah. Hari-hari yang bertabur dengan rahmat Allah, maka kaum Muslimin yang bertakwa dan beriman mulai ibadahnys sejak tanggal 1 Zulhijjah dengan berpuasa sunnah, meningkatkan tilawatil quran, dengan bersadaqoh, beramal amal kebajikan bahkan shalat malam.

Allah SWT telah mengabadikan kisah yang benar tentang pengorbanan Nabi Ibrahim AS, untuk menerima perintah Tuhannya bahkan harus menyembelih putranya, Ismail AS. Setelah menikah 40 tahun beliau belum juga dikarunia anak. Lalu beliau berdoa ditengah malam kepada Allah SWt,” Ya Allah mohon berikan kepadaku anak yang saleh untuk melanjutkan kehidupanku, perjuanganku, risalahku.”

40 tahun lamanya Nabi Ibrahim berdoa sepanjang malam, maka kemudian Allah memberikan anugerah yang besar dengan seorang anak yang lembut, cerdas, dan anak itu sikap lebih dewasa meskipun baru masih anak=anak. Begitu bahagianya Nabi Ibrahim karena inilah yang dinanti-nantikannya.

Namun, bahagia itu tidak begitu lama karena Allah mengujinya untuk menyembelih putranya yang ditunggu-tunggunya selama 40 tahun. Maka tatkala anak itu sudah mulai bisa diajak berkomunikasi, berkata Nabi Ibrahim kepada putranya yang masih kecil,” Wahai anakku, aku bermimpi dan mimpi itu dari Allah. Allah memerintahkan aku untuk menyembelih engkau.”

Sambil menangis Ibrahim memeluk anaknya ini sambil bertanya, bagaimana anakku dengan perintah Allah ini. Tersenyum anaknya melihat ayahnya seraya berkata,” Ayahku, kalau itu perintah Allah jangan ragu-ragu dengan apa yang diperintahkannya. Aku akan mengikuti kalau itu perintahNya.” Luar Biasa.

Dan Allah SWT menggantikan sembelihan putranya dengan kambing gibas. Allah mengucapkan, selamat wahai Ibrahim, sejahtera wahai Ibrahim. Sungguh engkau adalah hambaKu yang mukmin, sungguh engkau hambaKu yang ihsan. Dan sungguh, engkau akan menjadi pemimpin para nabi dan rasul.

Kalau Nabi Ibrahim rela untuk menyembelih putranya, maka kaum muslimin diminta juga untuk mengikuti keteladanan Nabi Ibrahim. Dimana Nabi SAW menyatakan, bahwa jika diantara umatku punya rezeki dihari raya Idul Adha, cukup untuk menyembelih qurban. Tapi sayang ia tidak melakukannya. Kalau ada orang seperti itu, jangan orang itu mendekati tempat shalat kami.

Allah berharap kita menjadi contoh keteladan Nabi Ibrahim AS. Allah tidak memerintahkan kita menyembelih anak-anak kita, tetapi Allah memerintahkan menyembelih qurban, dan Allah mempersiapkan ganjaran pahala yang besar bagi orang-orang yang berqurban.

Keagungan Nabi Ibrahim itu memiliki 3 sifat utama sebagai hamba Allah. Ia bertauhid kepada Allah dengan tauhid yang tulus. Ia rela berkurban sekalipun ia memiliki tubuh yang sangat besar. Ia menghormati orang lain, ia tidak pernah menyakiti kata-katanya sekalipun kepada orang-orang yang memusuhi istri-istrinya maupun keluarganya. Dan ia dengan ikhlas melakukan apa saja kalau itu merupakan perintah Allah SWT.

Sehinnga Allah SWT meminta kepada kita sekalian, “Katakanlah:` Benarlah (apa yang difirmankan) Allah `. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.(QS Ali Imran ayat 95).

Intisari khutbah Idul Adha 1437 H, Dr KH Mohamad Hidayat MBA MH (Pengasuh Ponpes Tahfidz alQuran alWashiyyah) di Masjid Jami’ At Taubah, Jl Kebon Nanas Selatan III, Cipinang Cempedak, Jaktim, Senin 12 September 2016 -10 Zulhijjah 1437 H.

Diposting oleh Husnie
Senin, 12 September 2016 10:09:05

Rubrik : Taushiyah - dibaca : 180 Kali