Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 116

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 117

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 118

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 119

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 120

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 121

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 122

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 123

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 128

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 129

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 129

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 130

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 131

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 132

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 133

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 134

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 135

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/function.php on line 136

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home2/nizami/public_html/alwashiyyah.or.id/includes/template.php on line 4
Al Washiyyah
Spirit 212 terus menggema. Hadirilah Khataman Al Quran, Maulid Akbar, Shalat Ashar Berjamaah di Masjid At Taubah dan Gedung Al Washiyyah Foundation. 3 Januari 2017. Bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). KH. Ma'ruf Amin. Syeikh Muhammad Jaber. Dr. KH. Mohamad Hidayat MBA MH
Versi CetakVersi Cetak
Berhias Saat Menstruasi

Pertanyaan :
Asslm. ww. Benarkah di saat masa menstruasi wanita (istri) tidak boleh berhias dan bercumbu dengan suami ? Terima kasih.

Aminatuz Zuhriah, Jakarta 


Jawaban :
Berhias mempercantik penampilan dan bermesraan dengan suami adalah hak setiap wanita (istri). Bahkan agama menganjurkannya. Karena dapat menumbuhkan rasa cinta dan sayang (mawaddah wa rahmah) di dalam interaksi rumah tangga. Wanita (istri) berpenampilan rapih, cantik, bersih dan suci sangat disukai siapapun. Termasuk dalam kondisi menstruasi sekalipun, habit ini sepatutnya tetap berlangsung. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang senantiasa menyucikan diri” (QS al Baqarah 2 : 222 ).

Kebiasaan malas dan kotor dalam situasi menstruasi sangat tidak menguntungkan bahkan dibenci agama. Sebagaimana suatu hadis nabi SAW yang berisikan kecaman pada kebiasaan wanita yahudi jahiliyyah pd masa lalu yang sengaja mengotori diri saat menstruasi.

Penampilan menarik merupakan salah satu daya tarik yang akhirnya membangun kehangatan rumah tangga pasutri. Karena kehangatan cinta menjadi idaman setiap insan. Ada hadis yang menyatakan : “Apabila suami memandang wajah istri dengan kasih sayang dan begitu sebaliknya maka Allah akan memandang mereka berdua dengan pandangan kasihNYA, dan jika mereka saling berpegangan tangan maka akan keluarlah dosa keduanya dari sela-sela jemari mereka berdua”. Indah sekali.

Membangun rumah tangga dengan kemesraan, belaian, cumbuan dan hubungan intim di samping merupakan kebutuhan primer biologis, juga menjadi rutinitas pasutri ideal. Al Quran bahkan secara eksplisit mempersilakan pasutri menjalaninya dengan simultan, “ Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kalian (para suami) adalah pakaian bagi mereka “.

Di ayat lain difirmankan “ istri-istrimu adalah ladang bercocok tanam bagimu, maka datangilah (pergauilah) ladang cocok tanam-mu itu kapan saja kamu kehendaki” (QS al Baqarah 2 : 223 ). Hubungan intim juga dinilai sebagai ibadah wajib, manakala salah satu pihak dari pasutri meminta atau membutuhkannya.

Pada prinsipnya, dalam kondisi wanita (istri) menstruasi, kemesraan pasutri tetap harus dibangun, namun tidak dalam bentuk hubungan intim (jima’). Hubungan intim ini dipending sementara pada fase itu karena terkait dengan proteksi kesehatan dan kebersihan, yang juga menjadi pilar ajaran agama.

Pada saat menstruasi, wanita (istri) tengah mengeluarkan cairan kotor, dan secara psikis berada dalam peta kejiwaan yang labil. Al Quran menyatakan “Mereka bertanya kpdmu tentang Haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri (berhubungan intim dengan) wanita di waktu haidh … (QS al Baqarah 2:222).

Ada banyak variasi, metode dan cara bercumbu yang bisa dilakukan pasutri selain berhubungan intim. Banyak cara yang dapat dipilih untuk memuaskan hubungan di saat menstruasi. Lakukan dengan tenang, penuh kehangatan dan benar. Teruslah menjadi wanita (istri) berpenampilan cantik, teruskan membangun kemesraan dalam rumah tangga anda. Semoga tetap bahagia, Amiin …

KH Mohamad Hidayat

Diposting oleh Husnie
Kamis, 02 Juni 2016 02:06:53

Rubrik : Konsultasi - dibaca : 183 Kali